ati dan perasaan orang Papua sendiri. Kita telah gagal menempatkan mereka sebagai saudara kita dari ujung timur dengan tidak memperlakukan mereka sebagaimana warga negara yang memiliki hak hidup yang sama dengan warga negara Indonesia di manapun berada. Upaya terbaik adalah membuka ruang dialog dengan konsep dialog yang sama-sama dipahami baik oleh Jakarta (pemerintah) maupun oleh pihak aktivis penyuara kemerdekaan.
Beruang Hitam
Beruang si penjelajah ulung, pecinta yang romantis, pekerja keras, si tukang bermain, si keras kepala, si berani yang jarang kenal kompromi.. Hutan ruang bermainnya.. Langit batas mimpinya.. Gunung temannya, angin sahabatnya..
Tuesday, August 23, 2016
PAPUA SUDAH BOLEH MERDEKA (?)
ati dan perasaan orang Papua sendiri. Kita telah gagal menempatkan mereka sebagai saudara kita dari ujung timur dengan tidak memperlakukan mereka sebagaimana warga negara yang memiliki hak hidup yang sama dengan warga negara Indonesia di manapun berada. Upaya terbaik adalah membuka ruang dialog dengan konsep dialog yang sama-sama dipahami baik oleh Jakarta (pemerintah) maupun oleh pihak aktivis penyuara kemerdekaan.
Thursday, August 11, 2016
MENAMPI LULUS atau sekedar MENGEJAR LOLOS ?
Tuesday, May 19, 2015
Kuhidangkan hari buatmu
Mungkin saja karena kita mendulang mimpi yang berbeda..
dan akhirnya terbangun dengan euforia yang tak sama..
Atau boleh jadi, sebab aku salah menerjemahkan arti..
hingga tak pandai aku menangkap pertanda..
Maka..
Maaf, jika pagi yg kuhidangkan masih pagi yang sederhana..yang jauh dari kata mewah..
Maaf, bila hari yang kutanak, tak seenak hari-hari yang dimasak pria sebelumku..
Maaf, seumpama menu hidup kita belum dapat kuganti dgn menu mentereng..
Satu saja yang kupinta..bersoleklah secantik mungkin dan mari gandeng tanganku dengan banggamu itu..
Dan walau kita menyusur teriknya siang,
senyumlah saja, gadisku..
Kujanjikan, terik ini akan kuganti dengan
kerling merona lembayung senja, di ujung jalan, di ujung hari..
Bung..apalah kita ini?
Kusam, lusuh saat buku menua..
Berdebu dan kumal di pojok saat usai tugas kita..
Lantas apa yg hendak kita cari pula?
Hikmat manalagi yg hendak kita dustakan?
Jika tugas kita hanya menghantar aksara kepada yg membaca?
Jika misi kita hanya menuang idea ke dalam cawan yg haus ilmu?
Bung, kita ini cuma selembar halaman pada naskah kehidupan..
Jauhkan angkuh dan jadilah rendah hati,
Buang sombongmu, Cuma secarik kertas kita ini,bung..
Agar kelak meski buku itu kusam-lusuh-berdebu, di pojok ruang..
kita masih diingat sbg halaman yg mempesona dlm sederhananya ide..
Dan,dimuliakanlah selalu Sang Penulis Buku itu..
Sepucuk surat dari rakyat buat pelacurnya!
Pun ketika pementasan itu berjudul "Mencari Kebenaran"..
Cuma sebaris lirik lagulah kalian itu..
yang mendayu-merayu bernyanyi tentang keadilan..
demi harmoninya kejahatan kalian merampok bangsa..
Saat tahu setiap putus palu di ruang senat adalah untuk rakyat..
Atau saat tahu, bahwa misteri trilyunan anggaran gelap itu bukan datang dari hasil mengangkangi hak rakyat!
Ini saat pembuktian,
bahwa kalian adalah jawara konstituen-mu..
bukan juara partaimu..
Yang akan selalu geram berdiri-berteriak lantang semata karena
mereka yg memikulmu ke singgasana
sedang dicumbui haknya bak lonte..
Kami ini rakyat yg memilih kalian..
Bukan sekumpul pelacur,
yang kalian setubuhi sebentar
pada pesta demokrasi itu,
lantas kalian bodohi dengan onani politik murahanmu itu..
Jika tak sanggup menjadi wakil konstituenmu,
tak usahlah kau bercerita tentang pengorbanan kau dan keluargamu..
Jika sudah berkorban lantas apa?
Apakah itu artinya rakyat harus mengupahi pengorbananmu pula?
Sejenis lontekah juga dirimu?
Jangan..jangan membuat kami yakin..
Bahwa kalian hanya gerombolan pelacur
Yang tak malu melacurkan integritas dan kebaikan
demi membela ego..
Jika kalian benar..
maka tunjukkanlah kebenaran itu..
Bukan menunjukkan pembenaranmu..
Jika kalian salah..akuilah saja,
maka kamipun paham..
bahwa rahmat memimpin itu
masih disimpan DIA di bejana tanah liat yg rapuh..
Dan untuk itupun
kami masih akan tetap mencintai kalian
sebagai wakil kami yg bermartabat..
Jangan pernah menghitung pengorbanan di hadapan rakyat!!!
Sudah sering dan telah lama pula, rakyat berkorban
memenuhi gaji dan kebutuhan mentereng kalian
dengan tiap tetes keringat tulus..
Jika masih goblok pula..
berhentilah curhat air mata buayamu
tentang kelakuan Si Cina dari Belitung itu..
Bolehlah gerombolan preman bengis di belakangmu..
Tapi di belakang si cina itu, barisan rakyat masih bisa lebih cerdas-beringas,bung!!
(Surat buat si bekas kepala preman Tanah Abang, yang kini duduk di ruang senat Ibukota negara ini, kiranya jadilah dirimu segera cerdas!!)
-Jakarta, Maret 2015-
Kita : (masih) Indonesia Raya, Bung!!
Seruan-seruan yang provokatif dan beberapa diantaranya sangat melecehkan dan menghina pemeluk agama lain, seperti biasa saja buat mereka. Mungkin karena, konon di negeri ini kaum mayoritas sulit dikritik apalagi dituntut secara hukum atas penghinaan pada agama lain.
Syukurnya rombongan itu tak begitu panjang. Dengan sedikit kelihaian berkendara yang tersisa semasa kuliah dulu, saya bisa membebaskan diri dari rombongan yang menambah macetnya Jakarta di pagi hari itu. Sekitar 100 meter saja panjang rombongan tersebut. Mungkin karena belum sampai ke titik konsentrasi untuk berunjuk rasa.
Lambat-laun, suara pengeras suara yang bikin tuli temporal itu, mulai lamat-lamat terdengar di belakang. Anehnya, semakin jauh dari rombongan itu, pikiran saya semakin terganggu. Iya..tepat..TERGANGGU! Dan, jadilah sebaris sastra yang tidak berani saya sebut puisi ini :
"Terlalu jauh kita membatasi Tuhan dlm konsep agama.
lupakah kalau Dia itu Universal dan jauh lbh besar dari otak kecil kita?
Manusia memenjara Tuhan dalam agama
Dan sialnya, mengira bahwa tuhan yg dipenjaranya dalam konsep buatannya itulah yg paling benar..
Itu sebabnya ada kaum radikalis yg tersamar sebagai aktivis
pun kaum ekstremis berkedok cendekiawan berkelakuan cendawan..
Tuhan tidak perlu diterjemahkan pada banyaknya pemahaman ceramahmu (yang kau kira dirimu sudah paham betul itu)..
pun tidak perlu IA kau jabarkan pada tindakan sok heroikmu,
membelaNya dgn membunuh manusia dan kemanusiaan..
Tuhan tidak butuh dibela,kawan..
Apalagi dikerangkeng sebagai tawanan konsep beragamamu itu!!!
Luaslah menimbang agar jauhlah bimbang
dan dalamlah membenak..
supaya kelak kamu tak terjebak..
dan idea dlm kepalamu pun tak terserak!!
Terjebak-serak-berak pada konsep dangkalmu sendiri,broh..cuy..bray..om..mas..kang!
SALAM INDONESIA RAYA!
(semoga sorban itu sama kita pahami sebagai keinginan menyucikan kepala; tempat lahir ide-ide tentang kebaikan dan kemanusiaan..dan jangan biarkan sorban hanya berakhir sebagai bungkus kepala.. kalau hanya bungkus kepala, kondom pun bisa, Bung!)
Saturday, January 19, 2013
MENGGALI MALAM MENGGILA
Wednesday, November 28, 2012
HUJAN!!
Menghapus kepingan
yang terserak di jalan kita...
Mencuci bersih bayang kita waktu itu
saat perjalanan terlampau indah dan naif...
Hujan...
Melempar geledek pertanyaan di benak
"apa pantas perasaan dipersalahkan?"
Menampar diamku yang terlampau bodoh...
Apa lantas aku terbangun dari mimpi
dan menemukanmu tersenyum seperti dulu?
Hujan...
Rinai kecilnya, melunturkan amnesia-ku,
yang lama kujaga...
Sebenarnya aku suka amnesia ini...
Membuat aku nyaman pada lelapnya jiwa tertidur..
cinta sangat aku pada amnesia ini,
dengannya lorong malam tak lagi panjang dan menyedihkan
untuk dilewati...
Hujan...
Jikapun kau pergi,tolong jangan bawa bayang2 dia...
Titipkan saja pada pelangi,yg setia mengikutimu dari belakang..
Atau taruh saja bayangnya pada segar aroma rumput,
usai kau pergi...
Masih mampu kok aku menemukannya...
Asal jangan kau bawa saja...
Hujan...
Jika kau kembali nanti..
Baru kupulangkan bayangnya..
Tunggu sampai kuhirup rindu ini hingga tuntas
Dan kuserahkan dia,bukan dengan kerelaan
tapi dengan ketaatan yang aneh atas cinta...
Hujan...
Jadilah selalu sahabatku,
dan ajarkan aku untuk setia menari dibawahmu...
Tegar didalam dinginmu
Konsisten didalam guyurmu...
Akhir November 2012, mendung di langit Jakarta...
posted from Bloggeroid
Tanya hidup tanya?
Apa itu rasa? Hanya habis untuk diindrai nafsu badaniah? Atau, masih langgengkah kau tersemat di balik dada tulus?
Apa itu sepi? Jika lantas di tengah keramaian pun kau menampakkan wajahmu?
Apa itu puas? Kalau tubuh tak mampu menampung semua jenis turunanmu? Sejak kapan kau hadir di dunia? Kau hadir hanya sebagai kata dan termin..tanpa ada satupun titisan nyatamu...
Apa itu hidup? Jika kadang kematian pun berselimutkanmu? Sering, dalam hidup pun kami mati... Lantas apakah engkau,wahai hidup? Permen dari Sang Pencipta,utk menenangkan anakNya yang bengal?
Apa itu mimpi? Jika kau hanya ingin meninabobokan kami, dan membiarkan kami utk bangun dlm realita pahit bahwa kau tak pernah nyata erat merangkul kami?
Jika kau hadir hanya utk melukai kami dengan jalan memutarmu?
Apa itu anugerah?? Jika lantas untuk memjemputmu bertamu dalam rumah kami pun kau harus mengambil banyak keriangan kami?
Apa itu kutukan? Jika ternyata mengucapkannya pun pada yang lain, berarti membiarkanmu datang lagi pada kami?
Apa itu bencana? Bila dengan datangmu, kami lantas harus berkata Sang Khalik tidak adil? Lantas siapakah DIA, jika kau berkata bahwa kau utusanNya?
Apa itu sedih? Jika akhirnya setiap hujan diberi pelangi, setiap masalah satu paket datangnya dengan solusi, setiap doa seirama dengan berkat? Maka, golongan apakah kamu sebenarnya,wahai sang sedih?
Apa itu harapan? Jika kenyataan selalu jauh dari realitas hidup? Lantas untuk apa kau hadir, harapan? Algojokah kau?
Minggu pertama di 30, November akhir 2012
Tuesday, March 27, 2012
INI KITA !!! (Buat semua kawan yg hari ini turun ke jalan:"Tolak harga BBM!"
(Buat semua kawan yg hari ini turun ke jalan:"Tolak harga BBM!")
Ini kita, masih sekumpulan di seberang jalan..
Bercerita tentang kepalan tangan
Memilih tak mau dibelenggu
Berpekik dengan bara tanpa ragu
Ini kita, bukan sekumpul perdu
hanya sekebun candu
memabukan agar mereka tau malu
bahwa mereka cuma benalu
Ini kita, sekumpul wayang di tengah zaman
bergandeng rapat pada tiap kepalan
"angkat panji tetap berkibar...
menjaganya tanpa gentar !!!"
Ini kita, sekumpul batu bernama gunung
berbaris riang dari Tugu Proklamasi
hingga ke beton-beton Istana Agung
hanya karena tak ingin makan nasi basi
Ini kita, sekumpul air pada samudera
tegar menghajar-mendera
pada kalian yang terbeli mimpi
jika harga akhirnya melambung tinggi
Ini kita, sekumpul angin di perut badai
yang tak terima jika kalian berandai :
"...naikkan BBM tinggi-tinggi..."
kami turun ke jalan mengirim puting beliung
supaya tau rasa kalian kalau kami kebiri dua kali!!!
--Ryfal--
Senja Maret memerah di langit Bekasi
"barisan panjang di tugu Proklamasi sudah pulang..."
Tuesday, March 20, 2012
Jangan takut, sayang!
tentang cinta dan gatranya
Berdua, kita sedang merayakan
penemuan kembali akan rasa, harapan dan mimpi
Dan, karena itu
cacian menjadi menu kita
makian tiba-tiba menjadi barter buat kita
hinaan mereka campur di dalam cawan kita
Mari, jangan gentar sayang
jika mereka menggonggong pun melolong
di rembang fajar nan tenang
dan di gelap hari siang...
Kita bukan sepasang dengan hati kerdil
bukan pula sepasang hati tak berbelas
kita cuma memilih
dan hidup atas pilihan ini...
Mari, jangan surut nyalimu sayang
karena mercu suarlah kita
setia menunggui pantai ganas
tetap diam dalam amuk badai
dan bijaklah di ganas ombak
Mari, jangan takut sayang
kita, para petualang belantara
lelah pada nyamannya hidup
muak pada kehendak yang terbeli
riang kita bercanda di rimba idealisme
gembira kita bertarung pada tantangan
Mari, jangan cemas sayang
sampai waktu membaptis kita
dengan pengalaman dan kebijaksanaannya
takkan terbeli kita oleh kehendak, pandangan,
apalagi harta dan uang...
mungkin, kita takkan berpunya
tapi kita berbahagia
karena tak terbeli dan menjadi merdeka...
Bekasi, Maret 2012
Malam turun membungkus kita, "S"....
KAU
dan kuhisap tiap bulir bernasmu
Untung saja rumahmu hanya di dada
dan mainmu hanya di idea
Maka, kunikmati saja kau
pada mata yang terpejam
dan hati yang bersyukur
sambi membilang namamu dalam keabadian: CINTA
Bekasi, medio Maret 2012
senja baru lewat, "S"...kau dimana?
RAYAP DALAM KAYU
tangan terkepal membungkus pekik lantang:
"KITA SEKUMPULAN ORANG SEBERANG JALAN,
PANTANG MERAYU AGAR DIKANGKANGI KEKUASAAN
ENGGAN KAYA KARENA TAK TERBELI..."
KAMI MEMILIH BERCINTA DENGAN IDEALISME
KARENA JIJIK MELIHAT KALIAN
MENJILATI TUBUH IBU PERTIWI
DENGAN GELOJOH PERUT GENDUT KALIAN
LANTAS MEMPERKOSANYA DI BELUKAR SENAYAN"
dan biar di ujung hari nanti
saat matahari nyaris pergi dari negeri ini
kami berjanji akan kembali
membakar kalian dengan bara kami
meski kami cuma "RAYAP DALAM KAYU"...
"kita tak terbeli, S-ku!!!"
Saturday, March 17, 2012
PATAH-TUMBUH
Membuat sulit mengekstrak rasa
apalagi logika..
Lantas sibuk mencari katarsis
membenam diri pada gilanya hari berlari...
Berharap dengan simpuh lutut
di depan lilin bernyala meminta: "Tuhan, jauhkan cawan ini dari aku..."
Lalu memaksa pena menari
mereduksi gusar
agar tariannya menentramkan guncang gemuruh dada...
Dulu, berharap jadi gunung
Tegak-kokoh menahan bayu menggila
Abadi saat zaman berganti
Setia menunggui bumi
Bertarung dalam diam
Dan menang pun dalam hening
Karena tahu tak akan patah
Pernah, bermimpi jadi karang tepian pantai
Tenang-diam berbaring
Dalam ketenangan aneh
Menunggu hempas ombak, yang lembut pun ganas
Teguh meyakini, tak ada ombak yang akan menggeser
Tak takut, karena tahu tak akan patah
Aneh Buku Hidup ini...
Patah-tumbuh aku diberi
dalam patah aku mengerti tumbuh
dalam tumbuh aku paham tentang patah
Smoga benar...
bahwa jiwa kanak dibentuk saat patah
dan jadi bijak pun dewasa saat tumbuh
bahwa pucuk teh muda dipatahkan
agar bertumbuh pula pucuk (pemahaman) baru lain...
Jadi, apalah arti patah jika akan tumbuh?
Apalah arti tumbuh jika bakal patah?
Saat patah kubersyukur sedang tumbuh
Saat tumbuh kuberdoa agar tak lupa rasa patah...
