Menghapus kepingan
yang terserak di jalan kita...
Mencuci bersih bayang kita waktu itu
saat perjalanan terlampau indah dan naif...
Hujan...
Melempar geledek pertanyaan di benak
"apa pantas perasaan dipersalahkan?"
Menampar diamku yang terlampau bodoh...
Apa lantas aku terbangun dari mimpi
dan menemukanmu tersenyum seperti dulu?
Hujan...
Rinai kecilnya, melunturkan amnesia-ku,
yang lama kujaga...
Sebenarnya aku suka amnesia ini...
Membuat aku nyaman pada lelapnya jiwa tertidur..
cinta sangat aku pada amnesia ini,
dengannya lorong malam tak lagi panjang dan menyedihkan
untuk dilewati...
Hujan...
Jikapun kau pergi,tolong jangan bawa bayang2 dia...
Titipkan saja pada pelangi,yg setia mengikutimu dari belakang..
Atau taruh saja bayangnya pada segar aroma rumput,
usai kau pergi...
Masih mampu kok aku menemukannya...
Asal jangan kau bawa saja...
Hujan...
Jika kau kembali nanti..
Baru kupulangkan bayangnya..
Tunggu sampai kuhirup rindu ini hingga tuntas
Dan kuserahkan dia,bukan dengan kerelaan
tapi dengan ketaatan yang aneh atas cinta...
Hujan...
Jadilah selalu sahabatku,
dan ajarkan aku untuk setia menari dibawahmu...
Tegar didalam dinginmu
Konsisten didalam guyurmu...
Akhir November 2012, mendung di langit Jakarta...
posted from Bloggeroid