Di suatu pagi yang memusingkan, dalam perjalanan menuju kantor, saya berpapasan dengan rombongan anggota ormas agama yang sepanjang jalan memekakkan telinga para pengguna jalan lain dengan kendaraan bak terbuka yang dipenuhi dengan berbagai jenis pengeras suara. Spanduk-spanduk dan aneka tulisan-tulisan protes, mengisyaratkan bahwa mereka sedang berdemo dan ingin ber-unjuk rasa (meskipun sangat tidak kelihatan apa-apa jika mereka memakai perasaan!).
Seruan-seruan yang provokatif dan beberapa diantaranya sangat melecehkan dan menghina pemeluk agama lain, seperti biasa saja buat mereka. Mungkin karena, konon di negeri ini kaum mayoritas sulit dikritik apalagi dituntut secara hukum atas penghinaan pada agama lain.
Syukurnya rombongan itu tak begitu panjang. Dengan sedikit kelihaian berkendara yang tersisa semasa kuliah dulu, saya bisa membebaskan diri dari rombongan yang menambah macetnya Jakarta di pagi hari itu. Sekitar 100 meter saja panjang rombongan tersebut. Mungkin karena belum sampai ke titik konsentrasi untuk berunjuk rasa.
Lambat-laun, suara pengeras suara yang bikin tuli temporal itu, mulai lamat-lamat terdengar di belakang. Anehnya, semakin jauh dari rombongan itu, pikiran saya semakin terganggu. Iya..tepat..TERGANGGU! Dan, jadilah sebaris sastra yang tidak berani saya sebut puisi ini :
"Terlalu jauh kita membatasi Tuhan dlm konsep agama.
lupakah kalau Dia itu
Universal dan jauh lbh besar dari otak kecil kita?
Manusia memenjara
Tuhan dalam agama
Dan sialnya, mengira bahwa tuhan yg dipenjaranya dalam konsep
buatannya itulah yg paling benar..
Itu sebabnya ada kaum radikalis yg
tersamar sebagai aktivis
pun kaum ekstremis berkedok cendekiawan
berkelakuan cendawan..
Tuhan tidak perlu diterjemahkan pada banyaknya pemahaman ceramahmu (yang kau kira dirimu sudah paham betul itu)..
pun tidak perlu IA kau jabarkan pada tindakan sok heroikmu,
membelaNya dgn membunuh manusia dan kemanusiaan..
Tuhan tidak butuh dibela,kawan..
Apalagi dikerangkeng sebagai tawanan konsep beragamamu itu!!!
Luaslah menimbang agar jauhlah bimbang
dan dalamlah membenak..
supaya kelak kamu tak terjebak..
dan idea dlm kepalamu pun tak terserak!!
Terjebak-serak-berak pada konsep dangkalmu sendiri,broh..cuy..bray..om..mas..kang!
SALAM INDONESIA RAYA!
(semoga sorban itu sama kita pahami sebagai keinginan menyucikan kepala; tempat lahir ide-ide tentang kebaikan dan kemanusiaan..dan jangan biarkan sorban hanya berakhir sebagai bungkus kepala.. kalau hanya bungkus kepala, kondom pun bisa, Bung!)
No comments:
Post a Comment