Thursday, March 1, 2012

Mengenang 7 tahun itu...(Terima Kasih ITA...)

Mengenang 7 tahun itu...(Terima Kasih ITA...)

Pada 5 April 2009 pukul 20:58

Hari ini, ku masih di Yogya, masih dengan kehidupanku (lagi)..
Untuk menghadapi hari kenangan tahun Ketujuh kebersamaan kita...tidak berlari dari egoisme manusiawiku, dalam luka dan sedih berlarut...yang hanya membawa suatu akar kepahitan dalam perjalananku mencintai hidup...aku tetap di Yogya untuk menghadapi kembali, dengan syukur dan harapan, dengan tidak ada penyesalan lagi, dengan melawan ego dan memori...dengan hati yang mencintai..yah, mencintaimu...

10 januari 2002, perjalanan cintaku dan mu dimulai, semua yang indah dan manis dalam cinta, sayang dan sentuhan perempuan dan lelaki kukenal, kupelajari, kurasakan dan kunikmati..meski sebenarnya tembok biara dan Ikrar kaul hidup bhakti ku pada umatNYa melarang adanya cinta kita...tapi aku tak peduli...aku lelap dengan fatamorgana cinta kita...aku nyaman utk mencintaimu...
Indahnya menjalani hari, di NOvisiat Biara Redemptoris, di tiap inci tanah kelahiranmu Negri Sandlewood, di beranda pintu biara , di lapangan dekat sebuah Lembaga Pemasyarakatan di Waikabubak,lantas di DKuta- Bali (masih ingatkah kau??), di perjalanan menyusuri tiap ruas jalan di pulau Jawa, di setiap sudut, tak ada yang tak mengenal kemesraan dan hiasan cinta sepasang manusia...aku dan kamu..
Indahnya hari2 itu..saat kita bersama saling belajar tentang Cinta...
seakan kita tak pernah bosan mengatakan pada dunia, bahwa kita saling memiliki...

Kita pernah dengan naifnya ber-nazar untuk menjadi pasangan yg tak mungkin terpisahkan...mungkin karena terlalu mudah memahami, mungkin karena terlalu sering bersama melempar waktu keluar dari kebersamaan kita...
Mungkin terlalu saling mengerti,,,mungkin terlalu sayang,,,mungkin terlalu mirip,,,mungkin...^_^, tersenyumku mengingat semuanya dalam perjalanan hari ini saat aku lewat di Klitren, satu lokasi padat di Yogya tempat kita sering membuat tapak pada sempit jalan2 gangnya...tempat kita saling mengenal perasaan aneh yg kita sebut CINTA...Tempat kita melarikan diri dari rutinitas kuliah...untuk sekedar mengeksplorasi kekuatan cinta kita...pffhh...sempurnanya saat saat itu...
Atau di Malioboro tempat kita menguji kualitas lidah kita lewat wisata kuliner berdua sekaligus memperdalam pengenalan akan tiap sisi jiwa kita masing2...indahnya saat2 itu...

Tidak mudah melupakan dan tak harus dilupakan, dan kumenikmatinya, karena tidak ada kenangan kita saling menyakiti...hanya canda tawa, serius kala waktunya, bercinta, saling bertatapan, ciuman sayang di kening, saling memberi motivasi, berbelanja, bergandengan tangan, mengerjakan skripsimu, mengerjakan tugas kuliah bersama...
yang tersimpan rapi dalam kenangan hanya saat-saat kau menjadi bara api semangat saat aku kehilangan spirit...saat kau menjadi air penyejuk ketika aku kalap-khilaf-marah pada hidup...saat kau menjadi angin sore tempat aku menuai istirahat...saat kau manjadi rumah buat jiwaku yang haus mengembara...saat kau menjadi sepercik harap ketika banyak hal menjadi tak pasti dalam hidupku...saat kau menjadi oase ketika hidup menjadi lelah untuk dijalani...
Dan ketika banyak manusia sinis memandang cinta, kita mereguk semuanya sampai setiap tetesnya...sampai tak ada yang tersisa...sampai kita pun bingung pada defenisi cinta itu, saking bahagianya kita meraup tiap sarinya...

Dan hari ini, dg senyuman mengenangmu, setelah segenap jiwa dan menguatkan hati kumemencet kembali no telp yang dengan mata tertutup lancar kulakukan,
Mendengar suaramu kembali, aah...kaupun menderita sayang, untuk melepaskan 7 tahun memori kita, bukan hanya aku
Dan untuk bahagiamu kulepaskan semua ego dan rasa
Karena mencintaimu adalah melihat dan mendengarmu bahagia...kurelakan kau pergi, berbahagialah sayang, dengan pilihan hidupmu, karena itulah bentuk cinta kita selama ini, cinta yang melepaskan dan tidak meminta...mungkin kita terlalu saling mengagumi dan pasti ada pembelajaran dari ini semua, rahasia hidup yang membuat hidup ini hidup...
Dan untuk tawamu..kurela memintaNYa mengajariku memaafkan dan melupakan...mengampuni dan membiarkan...agar aku pun mampu melewati malam2 yang terasa makin berat dan panjang...
Agar aku pun mampu menerima bhwa jarak memang lebih tega dari segalanya...
Agar aku pun bisa membiarkan diriku dibentuk jg oleh proses ini...

Mendengarmu menangis ditelpon membuatku tak tahan...bukan caraku mencintaimu untuk membuatmu menangis, bukan itu cinta yang kupelajari dan ke bentuk dalam diriku...7 tahun menemanimu, kamu bukan hanya kekasih, tapi sahabat dan saudari terbaik bagiku...

Atas nama cinta dan hidup, berbahagialah dengan pilihan hidupmu sayang, serela hatiku menerima, segenggam doaku untuk dia bisa mencintaimu sepertiku pernah memberimu sebagai seorang kekasih ^_^,,, dan tetap memberimu sebagai seorang sahabat...
tak ada yang paling salah atau benar,,, tak ada yang harus disesali dalam mencintai begitu dalam, karena sampai di titik pembelajaran,,,mencintai adalah memberi dan melupakan,,, karena segala sesuatu ada waktunya diatas langit dibawah bumi...

Hanya bahagia yang kukenang .... sampai waktu mempertemukanku kembali dengan dia yang diberkati untuk menjadi pasanganku menikmati dan mengisi hidup dengan cinta sepasang manusia...

Maafkan kutak bisa hadir untuk sekedar menenangkanmu saat kau terluka karena pilihanmu, karena kupun perlu waktu untuk menerima kekuranganku sebagai insan juga...karena meski aku lelaki yang harus bisa menyembuhkan dirinya, aku juga harus mengenal dulu bagian manakah dalam diriku yang terluka??
dalam cintaku yang tak berubah, kuberkati pilihanmu, sahabatku, saudariku, wanita terbaikku ...tak ada yang berubah, jalan hidup kita tak harus bersama untuk merelakan dalam mencintai

Tetap semangat dalam mengejar mimpi dan harapanmu...seperti sepenggal cinta kita pada ilmu dan pengetahuan...berguna bagi orang lain dan sekitar kita

Dari seorang kekasih...sekarang kuterima keberadaan persahabatan kita, tiada sesal lagi...karena hidupku indah mengenangmu dlm setiap waktu persahabatan kita..meski ada luka yang kau tinggalkan di hari ultahku ke 26...ingatkah kau pada 23 November 2008 itu??saat kau memberi hadiah yang tak akan kulupakan seumur hidupku...saat kau bilang kau bukan lagi milikku??

Doa dan cinta, kukembali ke Yogyakarta untuk hadapi kembali
Dan tersenyum saat kita kembali berbicara untuk saling menguatkan....indahnya kehidupan
Teriring doa dan maaf, aku cuma bisa lirih berbisik dalam doa : 'TERIMA KASIH, NONAKU..."

2 comments:

  1. o my Godddd...gilaaa...beta sampe mau nangis bacanya....huhuhuhuh

    ReplyDelete
  2. Terimakasih Laluva...
    Sekedar share untuk secara dewasa kita belajar darinya...Sukses o..Tuhan berkati!!

    ReplyDelete