Tuesday, March 13, 2012

Ini tulisan seseorang yang kupanggil "ADIK"...Bravo brada!!!

“ Cinta dan benci : berbeda, tapi tipis jaraknya"

oleh Ly Dark pada 12 April 2011 pukul 1:05 ·
 
 
 
Dalam keheningan di suatu tempat…….
Pelabuhan menjadi saksi bisu dengan sinar mentari yang sedikit lagi hilang dari peraduannya……
Akupun mulai mengamati…………..
Aku berkeliling kota. Aku menyusuri jalanan dengan melangkahkan kakiku perlahan. Satu dua langkah, sungguh membuatku terlepas dari rutinitas sehari-hari
Aku membaca habis semua gambaran alam, menelusuri jejak-jejak detik yang berlalu. Aku menjadi penikmat waktu yang tiada bosan mengamati, keingintahuanku akan hidup. Seperti keingintahuanku sejak dulu yang tak terjawab, ketika semua manusia harus mati, bumi akan dihuni oleh siapa? Dan siapakah sang pencipta itu? Bila Ia dapat menciptakan segala macam benda, apakah Tuhan diciptakan oleh diriNya sendiri? Untuk itu tentunya Dia mempunyai “diri” sebelum menciptakan diriNya sendiri. Aku bukan seorang filosof atau anak kecil yang peka. Aku hanya merasa seorang mahluk yang biasa. Aku mahluk yang misterius, ketika aku menemukan diriku sendiri di suatu hari dengan suatu kesadaran yang sama sekali baru.
Tidak semua orang pernah bertanya pada dirinya tentang dirinya sendiri, tidak semua orang ingin mengetahui tentang kehidupan, tentang dunia. Mungkin karena telah terbiasa, atau terlalu disibukkan oleh permasalahan-permasalahan sehari-hari sehingga keheranan pada dunia tak pernah terpikirkan. Kita kehilangan kemampuan untuk bertanya-tanya tentang dunia. Mungkin hanya bayi-bayi yang mempunyai rasa ingin tahu. Baiknya kita kembali jadi seorang bayi, bukan menjadi mahluk dewasa yang menganggap dunia ini begini karena sudah seharusnya begini.
Di tempat ini aku bukan sedang belajar filsafat atau mereka-reka tanya. Sungguh perjalanan ini sangat membosankan. Tapi aku tak perlu bertanya dari mana asalnya bosan, karena di detik ini aku hanya mengamati tidak bertanya-tanya lagi……..

Aku sekali lagi masih mengamati. Mengamati lalu-lalang manusia yang bergegas, ada wajah lelah, ada pancaran kegembiraan, kerinduan. Ada yang hanya diam, ada yang resah. Di depanku tampak pasangan muda yang lagi berdua…

Pasangan yang di depanku tertawa lepas. Saling bercanda tiada henti, mengusir kantukku. Mereka saling bercerita tentang kisah lama mereka dulu. Sepertinya mereka telah saling kenal sejak lama. Sungguh cinta mereka begitu panjang dan melelahkan. Seperti lelahnya pengamatanku saat ini. Dan aku masih mengamati file-file kehidupan yang terbuka di tiap detiknya…..

Hembusan asap rokok serta aroma kopi silih berganti mempermainkan pikiran aku……..

Tatapanku tertuju pada selembar kertas putih.kertas kosong tanpa ada noda tinta setitik pun di atasnya. Aku merasa kepenatan ini sedikit terkurangi. Kertas kosong. Ada ruang hampa di dalamnya yang dapat aku masuki. Aku bisa bermain-main di atasnya.
Tapi apa jemari ini akan bergerak?
“Apa masih bisa? Apa masih harus kulakukan lagi?”
Kertas kosong akhirnya selalu menjadi tempat bermain bagi imajinasiku.
Huruf-huruf mulai berlepasan. Huruf-huruf itu meninggalkan kertas. Huruf yang lalu menyerbu diriku, menjejali otakku dengan berbagai ide dan hiruk pikuk kesibukan. Aku kewalahan. Jantungku mulai berdetak kencang. Keringat dingin mulai meleleh. …

Wajahku kini terlihat tidak teratur………………..
Semua telah kukeluarkan…

Dan Seperti biasa, aku berselancar di dunia maya….
melalui akun Facebook………..

Goresan pertama pun dimulai………………………

“10 menit lagi aku pulang…,” begitu katanya dalam SMS yang ia kirim berapa hari lalu. Tanpa singkatan. Namun penuh penekanan. Aku harap, ia dalam keadaan tenang, seperti saat ia memainkan jemari di atas tuts ponsel miliknya untuk menjawab pesanku yang penuh dengan kegelisahan.
“aku di depan,dmna?”
Tanpa peduli melihat bajuku yang cukup kuyup karena menembus rintik hujan hanya tergesa untuk menemuinya di tempat itu. malam itu.. Aku tersenyum  aku melempar pandang, tak berani menatap matanya yang selalu membuatku …….……
Seperti yang ia janjikan, ia menghampiriku dengan wajah lesu dan tenang...
Perjalanan demi perjalanan akhirnya sampai pada titik TO THE POINT….!!!! (OMG) ugghhh…
Di balik wajah yang tenang itu, aku tahu, ia siap menikam dengan kata-katanya yang tajam tanpa memberi aku kesempatan......
Aku menunduk, menarik nafas dan menghembuskannya perlahan. “Oke, aku akan coba mendengarkanmu,” aku hanya berkata begitu (dalam hati)….


Aku pun terdiam. Kutunggu ia melontarkan kalimat selanjutnya……

Aku bisu. Memilih waktu yang tepat untuk menutupi keadaan yang sebenarnya.
“ maaf. Aku terlalu banyak kekurangan dan kesalahan..” setidaknya hati nuraniku berkata seperti itu…

Tak tahan lagi dengan keadaan itu. Akhirnya kita pulang dengan alasan masih banyak kerjaan menanti dan malam pun semakin larut. Sebelum kuhidupkan motor ku, Aku tersenyum,,, kunyalakan mesin motor dan melaju sekencang mungkin…
Nada suaraku terlihat begitu riang. Biarlah, ia takkan tahu yang sebenarnya terjadi dalam hati. Bukankah cinta yang sejati tidak memaksakan untuk memiliki…….

“ Cinta dan benci begitu berbeda, tapi sungguh tipis jaraknya. Hanya dibatasi oleh selembar rambut. Empedocles, seorang filosof dari Sicilia (490-430 SM), berkeyakinan bahwa ada dua kekuatan yang bekerja di alam. Dia menyebutnya cinta dan perselisihan. Cinta mengikat segala sesuatu dan perselisihan memisahkannya. Inilah yang mempengaruhi unsur-unsur yang terdapat di dalam tubuh. Pada akhirnya tergantung pada kekuatan mana yang menarik kuat. Akan berbeda sekali bila segalanya dibaluri oleh kasih, kebencian akan melunak dan cinta akan dipenuhi oleh kerasionalitasan…..”
Tak ada rasa kecemburuan, tak ada rasa menjadi orang kalah. …..

Aku hanya menikmati mimpi-mimpi tanpa ada ingin memilikinya kembali, sebab itu sungguh sangat mustahil. Dan tak ada tanya untuk itu.,…….

its gone……..

Kepalaku ikut mual, . Tapi oleh segala tanya yang dari dulu belum pernah terjawab.
Seperti apakah bentukmu itu cinta? Begitu ganasnya racunmu.
Dan kembali aku terus bertanya-tanya pada setiap langkahku.,…………………………?????????????????????????????????

Malam semakin menusuk. Bulan sabit mengoyak habis awan putih di langit. Ia menyembul dengan bangga tanpa penghalang. Bintang-bintang bersinar di kejauhan. Semakin tua malam, semakin ramai bintang berkejaran. Tidak demikian dengan hatiku. Aku kembali ke dalam rumah menuju kamar. Malam yang sangat berat, selain harus melawan insomnia akupun harus melawan dominasi wajahnya yang tergambar jelas di langit kamar. …..(kembali pada dunia nyata)

Aku termangu. Bisu sejenak. Mengatur nafas. Memastikan bahwa aku cukup waras untuk melakukan hal-hal di luar logika. Aku tentu tak akan menghancurkan reputasi nama baikku
sebagai penyandang psycho hanya gara-gara……( itu sudah lewat )

life must go on …
I believe I can fly….
Thank You vo loving me (^_^)

Sepertinya otakku terlalu lelah untuk diajak berimajinasi terbang ke mana-mana….
Aku diserang rasa kantuk maha dahsyat dan selanjutnya tertidur lelap….

Semua telah dirasakan,semua tanya telah dijawabnya…
Thnx God….thnx vo everything…..
zzzzzzZZZZZZZZZZZZZZZZZZZzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzZZZz…zz.zz.zz.zz..

inpirate by someone at somewhere

No comments:

Post a Comment